Alih-alih pulang ke rumah dan membayar tebusan yang diinginkan pelaku, Mikel malah tetap sportif bermain bersama dengan timnas. Bahkan, ia tidak mengatakan kepada siapapun mengenai peristiwa tersebut. Sang kapten takut kalo hal itu akan membuat para pemain lainnya khawatir dan mengganggu konsentrasi tim.
Selain itu, Mikel mengaku jika ia tidak ingin mengecewakan lebih dari 180 juta penduduk Nigeria yang menonton mereka. Setelah akhirnya kalah, ia pun segera bergegas pulang dan mencari tau siapakah dalang dari perbuatan tersebut.
"Saya bermain melawan Argentina ketika ayah saya berada di tangan penjahat. Saya menekan trauma karena kejadian tersebut bermula empat jam sebelum pertandingan penentuan tersebut. Saya tidak ingin mengecewakan 180 juta penduduk Nigeria," kata Mikel.
Ayah Mikel akhirnya bisa dilepaskan setelah mengalami siksaan dari para penculik selama satu pekan. Tak ada yang tau motif sebenarnya dari kejadian ini apakah murni hanya karena uang atau kejahatan terselubung lainnya.
sumber


