Yang jadi sorotan dalam kerapuhan ini adalah sosok Bojan Malisic. Pemain kelahiran Kragujevac, Serbia ini banyak dinilai terlalu 'nyantai' dalam mengawal lini belakang.
Saat Persib diberondong dengan serangan oleh Sriwijaya FC, tampak Malisic begitu lamban dalam menutup gerak pemain-pemain lawan. Malisic pun sering kalah dalam duel-duel udara.
Malisic didatangkan Persib konon dengan mahar 4 miliar lebih untuk menjadi pengganti peran Vladimir Vujovic yang hengkang. Namun, pemain berwajah sangar ini nyatanya belum mampu mengimbangi kemampuan Vlado dalam mengawal lini belakang Persib.
Kehadiran Malisic di Persib nyatanya belum nampak membuahkan hasil. Hingga pertandingan kedua, Persib sudah kebobolan 4 gol!
Bandingkan dengan pertahanan Persib 2-3 musim ke belakang. Persib menjelma jadi sebuah tim yang begitu kokoh dan solid dalam pertahanan. Saat menjuarai ISL 2014 dan Piala Presiden 2015, Persib jadi salah satu tim dengan tingkat kebobolan paling sedikit tapi produktifitas gol tinggi.
Di Liga 1 musim lalu, meski secara prestasi mengecewakan dan tercecer di papan tengah klasemen akhir, namun lini belakang Persib pun masih patut diacungi jempol. Persib menjadi tim dengan pertahanan terbaik kedua setelah Persija.
Ada 4 aktor di balik pertahanan hebat Maung Bandung. Mereka adalah duet center bek Achmad Jufriyanto (Jupe) dan Vladimir Vujovic (Vlado), bek sayap Supardi dan Toncip. Mereka berempat adalah pemain-pemain belakang terbaik saat itu.
Sayang, memasuki Liga 1 musim 2018 ini Persib melakukan blunder dengan melepas 2 tembok kokohnya; Vlado dan Jupe. Vlado akhirnya hijrah dan memperkuat juara bertahan, Bhayangkara FC. Sedangkan Jupe memilih hijrah ke Liga Malaysia memperkuat Kuala Lumpur FA.
Kini para Bobotoh mulai membanding-bandingkan antara Vlado dan Malisic. Vlado adalah tipe seorang bek yang cepat, reponsif, jago duel udara, dan bisa mem-build up serangan. Jangan lupa, Vlado pun tipe pemain belakang yang memiliki naluri gol tinggi.
Kekurangan Vlado hanya di masalah emosi saja. Tak jarang dia kena kartu kuning bahkan merah akibat perbuatannya itu. Dilansir dari Bolasport.com, di Liga 1 2017 saja, bek berumur 35 tahun itu telah mengoleksi 7 kartu kuning dan 1 kartu merah bersama Persib.
Karena hal ini sering Vlado absen bermain karena akumulasi. Hal inilah yang sering dianggap merugikan Persib. Namun, kita semua mafhum itu semua sebagai tanda bahwa yang bersangkuta tidak main-main dalam bermain.
Berbanding terbalik dengan Malisic. Dalam catatan Transfermarkt.com, bek berumur 33 tahun tersebut bukanlah tipe pemain yang akrab dengan kartu kuning. Di kompetisi Liga Hong Kong 2016/17, Malisic hanya mengoleksi 3 kartu kuning saja.
Bojan Malisic -hingga saat ini- baru menang di sangar doang. Pertama datang, mantan pemain South China ini berpenampilan penuh brewok. Tak sedikit Bobotoh yang menyamakannya dengan Wolverin.
Tinggi besar, brewokan, tatoan dan sorot mata ganas membuat penampilan Malisic dipastikan membuat lawan gemetaran. Bobotoh pun bermimpi, saat itu, lini belakang Persib dipastikan jadi area menakutkan bagi striker lawan.
Eh, ternyata modal sangar saja ternyata belum cukup untuk mengawal area pertahanan. Dibutuhkan skill, kecepatan, visi, keberanian dan fisik yang kuat. Sayangnya, kita belum melihat utuh ada dalam diri Malisic.
Semoga kedepannya Bojan Malisic bisa menunjukkan semua kemampuannya, tidak hanya sangar, agar lini pertahanan Persib kian kokoh. Ayo, Bobotoh terus dukung dan doakan Malisic agar kian mangprang ya...
sumber



